ORACLE

Posted: August 21, 2014 in Teknologi
Tags:

I.      GAMBARAN UMUM

 

Pada saat ini berbagai macam  sistem aplikasi mengakses jutaan data dalam berbagai bentuk format data.  Sistem Aplikasi Rumah Sakit mencari data yang digunakan baik itu mencari data pasien ataupun dokter. Aplikasi Penerbangan menggunakan ribuan data untuk mengatur penerbangan dan penumpangnya. Sistem Perbankan juga menggunakan data untuk mencari data transaksi pelanggan. Saat ini berbagai situs internet  menggunakan Search Engine yang digunakan untuk keperluan pencarian data dalam internet.  Perusahaan besar dan kecil  menggunakan database untuk mengontrol inventory, keuangan, mengatur sumber daya manusia dan kebutuhan analisa yang lain.

Peranan Database tidak saja mempunyai peranan yang penting dalam sistem arsitek komputer tapi  juga sebagai salah satu pendorong kekuatan ekonomi Amerika Serikat dengan sumbangan pajak kurang lebih  delapan juta dollar Amerika .  Perusahan – perusahaan Amerika Serikat seperti Microsoft Inc, Oracle Corporation, Informix Corporation, Sybase Incooperated, Teradata Corporation mendominasi pasar database di dunia.  Penggunaan database tidak saja digunakan  perusahaan namun juga meliputi institusi pendidikan, militer , pemerintah ataupun kombinasi dari berbagai institusi tersebut.

 

Kebanyakan dari relational database tersebut tidak terlepas dari penemuan model yang diketemukan pada tahun 1960 – an dan 1970 – an. Perlu digaris bawahi pengembangan database tidak terlepas daripada pengaruh pemerintah ( Amerika Serikat ) dalam hal meningkatkan teknologi. Sebagai contoh walaupun pengembangan teknologi database dilakukan oleh perusahaan IBM, namun atas prakasa pemerintah Amerika Serikat melalui Universitas California di Berkeley ( UC – Berkeley ) untuk menyebarluaskan ide teknologi database dan memberikan hak intelektual  secara baik komersial maupun akademik.

 

II.     SEJARAH DATABASE

 

Pemerintah Amerika Serikat selalu  melakukan  pengumpulan, meng-urutkan, dan membuat laporan dari jumlah data yang besar. Pada tahun 1890, Departemen Sensus Penduduk Amerika  menganjurkan majikan karyawan, Herman Hollerith, untuk membuat system peralatan proses informasi secara otomatis. Sebagai hasilnya, mesin kartu ( Punch       Card ) digunakan untuk sensus pada tahun 1890 dan 1900. Pada tahun 1911, perusahaan Hollerith bergabung dengan perusahaan lain, dan juga didukung oleh Departemen Sensus Penduduk untuk membuat sebuah perusahaan baru yang kita kenal dengan nama International Business Machines ( Anderson, 1988 ), sekarang dengan nama IBM.

 

Selama perang dunia 1, pemerintah Amerika Serikat menggunakan kartu ( Punch – Card ) untuk melakukan proses berbagai data yang digunakan untuk produksi, mengumpulkan pajak, dan klasifikasi wajib militer. Pada tahun 1935, Departemen Perlindungan Sosial      ( Social Security Act ), menggunakan Kartu ( Punch Card ) untuk penempatan tenaga kerja dari 26 juta karyawan. Ini adalah pekerjaan administrasi terbesar di dunia, IBM membantu membuatkan mesin khusus untuk pengumpulan data tersebut. Departement Sensus Penduduk akhirnya membeli model pertama dari komputer digital pertama di pasar komersial, dengan nama UNIVAC 1. Pada tahun 1959, Pentagon sendiri mempunyai 200 komputer untuk kebutuhan bisnis  seperti audit biaya, audit peralatan, audit karyawan ) dengan biaya pemeliharaan kurang lebih 70 juta dollar Amerika Serikat per tahun. Pada saat itu Amerika didominasi oleh kartu punch untuk pemrosesan data. Berawal dari kebutuhan pemerintah dan akhirnya banyak perusahaan – perusahaan menggunakannya.

 

Pada awal tahun 1960 –an, muncul keinginan untuk memindahkan tugas piranti keras dari tugas – tugas programmer. Istilah “database” muncul  untuk menangkap pengertian bahwa informasi disimpan di dalam komputer dapat berupa konsepsual, terstruktur, dan dapat dimanipulasi secara mandiri tanpa interfensi piranti keras. Pada saat itu, kebanyakan pembuatan aplikasi database dibuat untuk keperluan lingkungan militer dan mata – mata ( intelligence ), tetapi konsep tersebut dengan cepat diadopsi pada pada pengguna komersial ( System Development Corporation, 1964; Fry dan Sibley, 1974 ).

 

Pada saat komputer memasuki pasar komersial, sejumlah teknik muncul untuk memfasilitasi akses data, memastikan kualitas, memelihara privasi, dan bahkan menyediakan untuk kontrol data.

 

Pada tahun 1960, Konferensi System Bahasa Data ( Data Systems Languages – Codasyl ), yang diadakan oleh Departemen Pertahanan dan Keamanan Amerika Serikat membahas tentang standar aplikasi piranti lunak, membangun bahasa Common Business – Oriented Language ( COBOL ) untuk programming ( ACM Sigplan, 1978 ), dan menggabungkan bahasa pendefinisian data ( Fry dan Sibley, 1974 ). Magnetic disk drive yang dapat mengakses data secara random, mulai digantikan dengan magnetic tape drives,  yang membutuhkan akses data yang berurutan, untuk online storage. Pada tahun 1961, Charles Bachman dari perusahaan General Electric memperkenalkan system Integrated Data Store ( IDS ) , yang merupakan pelopor system management database yang memanfaatkan teknologi penyimpanan ( storage ) terbaru ,meliputi novel schemas dan logging, dan kemampuan yang lain.

 

Pada awal tahun, trend inovasi teknologi praktis dilaksanakan / di buat oleh user group dan peneliti dari industri terkait, dengan pengaruh sedikit dari akademi ( CSTB, 1982; Wiederhold, 1984 ).  Pada pertengahan tahun 1960, Bachman dan yang lainnya, kebanyakan dari perusahaan dan pabrik, membuat Database Task Group ( DBTG ) dibawah Codasyl untuk menyatukan persamaan pendapat dari berbagai bidang . Group tersebut mengumumkan beberapa set spesifikasi untuk bahasa komputer, COBOL terutama sekali, yang mengatur database. Pada Tahun 1971, hal tersebut diumumkan sebagai standar umum, yang digunakan bahasa umum untuk berbagai industri dengan pendekatan Codasyl untuk managament database. Beberapa Codasyl berdasarkan produk diperkenalkan untuk komputer besar ( mainframe ) oleh Eckerct – Mauchly Computer Corporation ( pembuat UNIVAC), Honeywell Incorporated, dan Siemens AG, dan, untuk komputer sedang              ( minicomputers ), dilakukan oleh Digital Equipment Coporation ( DEC ) dan Prime Computer Corporation.

 

Secara praktis pemasok produk yang tidak ikut adalah IBM, yang pada awal ( Pada Tahun 1968 ) memperkenalkan produknya sendiri, IMS, yang diambil dari bagian National Aeronautics and Space Administration ( NASA ) – Appolo Project. Dapat dijalankan pada mesin S/360. Sebaliknya Codasyl berdasarkan model jaringan data sedangkan IBM database menggunakan struktur hirarki.  Baik produk IBM maupun Codasyl, kadang – kadang disebut dengan nama navigasi database karena produk membutuhkan pengguna untuk membuat program atau menggunakan data set.

 

Pada akhirnya ada seorang ilmuwan dari IBM yang kurang puas dengan produk Codasyl ataupun produk paket database dari IBM.  Edgar F. ( Ted) Codd, seorang matematikawan, yang bergabung dengan IBM pada tahun 1949 dan pada akhirnya pindah ke IBM San Jose. Codd mendapatkan teknologi database yang sekarang ataupun yang baru harusnya dapat menggunakan satu perintah dan tidak perlu menggunakan beberapa perintah.

 

Pada seri laporan teknikal IBM, pada makalah “ A Relational Model of Data for Large Shared Data Banks,” Codd menunjukkan pendekatan baru untuk mengatur dan akses data. Apa yang dimaksud Codd adalah model relational yang menunjukkan 2 kata kunci :

 

“ Yang mendukung pendefinisian data dengan hanya struktur biasa tanpa  menambahkan tambahan struktur untuk mewakili representasi dari mesin. Menurutnya, sesuatu yang mendukung basis data tingkat tinggi yang menghasilkan secara maksimal antara program pada satu pihak dan mewakili mesin di satu pihak. ( Codd, 1970 ).”

 

Dengan kata lain, model relasi mengandung

 

  1. data yang berdiri sendiri dari perangkat keras dan implementasi penyimpanan ( storage );
  2. Navigasi secara otomatis pada tingkat tinggi, tanpa bahasa prosedur untuk mengakses data. Malahan proses satu record dalam satu waktu, programmer dapat menggunakan satu bahasa yang dapat mengakses keseluruhan data.

 

Model Codd mempunyai pengaruh yang luar biasa pada penelitian yang ada, banyak menelurkan beberapa prototype projek. Model Relasi Codd mendapat sambutan hangat di dalam masyarakat luas.

 

II.1.  SYSTEM R

 

Pada awal tahun 1970, sejumlah programmer dari IBM pindah dari Yorktown ke San Jose. Group ini mendesain dan membangun prototype system untuk mendemonstrasikan ide – ide dari relational database. Dengan System R, prototype ini bertujuan untuk mendukung mutu yang tinggi, tanpa navigasi, data yang independen untuk di akses oleh secara terus – menerus, dengan integritas yang baik dan kuat ( Astrahan et al, 1976 ). Fase dari Projek pertama, sekitar tahun 1974 – 1975, menghasilkan prototype yang cepat untuk didemonstrasikan apa yang telah dikerjakan, tetapi pembahasan source code ditinggalkan.  Fase berikutnya menghasilkan fungsi secara penuh, versi multi pengguna, yang digunakan untuk mengevaluasi percobaan – percobaan berikutnya pada tahun 1978 – 1979. Boleh jadi pembuatan yang dihasilkan dari projek tersebut adalah Structure Query Language          ( SQL ),  sekarang menjadi standar akses database di Amerika maupun dunia internasional.

 

System R tidak mendapat menyakinkan managemen IBM untuk meninggalkan produk sekarang dan beralih ke relational database. IBM dan pelanggannya masih berkeyakinan untuk menggunakan teknologi IMS. Memerlukan usaha dari yan dibiayai pemerintah untuk membuktikan bahwa relational database dapat menjadi produk yang dapat diperdagangkan.

 

 

 

II.2.  INGRES

 

Pada tahun 1973, tentang kapan System R mulai di pakai di IBM, 2 orang ilmuwan dari Universitas California ( UC – Berkeley ). Michael Stonebraker dan Eugene Wong, menjadi tertarik untuk melakukan penelitian pada relational database. Awalnya, mereka mengumpulkan dana untuk mendisain system data grafikal untuk group ekonomi Berkeley ( nama Ingres digunakan untuk mewakili sistem grafik interaktif dan  pencarian data ).  Untuk mendapat dukungan lebih jauh, Stonebraker melakukan pendekatan pada Advanced Reseach Projects Agency ( DARPA ), yang sebelumnya merupakan sumber dana untuk penelitian dan pembangunan system komputer. Baik DARPA maupun Office of Naval Reseach ( ONR ) tidak mendukung Ingres, namun mereka telah mendukung penelitian database di tempat lain.

 

Stonebraker lalu memperkenalkan idenya ke perusahaan lain, dan atas pertolongan Wong dan teman  dari Berkeley, Lotfi Zadeh, yang mendapat dukungan dari NSF dan 3 wakil dari militer ( Air Force Office of Scientific Research, the Army Research Office, dan Navy Electronic Systems Command ). Pengalaman dari pencarian dana yang baik untuk Ingres adalah pembelajaran dalam membuat proposal dan pengirimannya.

 

Setelah mendapat dana, Ingres dibangun, sekitar pertengahan 1970 an, prototype system relation database dibuat yang mempunyai kesamaan dengan System R ( IBM ) tetapi mempunyai perbedaan pada perangkat keras dan system operasi. Ingres mempunyai persamaan evolusi dengan Sistem R, pada fase pertama demonstrasi solusi pada tahun 1974 kemudian diikuti oleh beberapa revisi untuk membuat pemeliharaan kode lebih baik. Ingres kemudian disebarkanpada komunitas kecil pengguna, baik di dalam maupun di luar akademik, yang memberi input balik pada group pembuat.  Proses penyebaran selanjutnya dengan menggunakan mesin DEC di universitas. Anggota dari team projek menulis ulang prototype Ingres secara berulang dalam tahun itu dengan menggabungkan beberapa pengalaman, pendpat balik dari pengguna, dan ide – ide baru. Ingres juga mempunyai bahasa sendiri, QUEL, yang mempunyai kesamaan,  dan mempunyai perbedaan dari produk IBM SQL ( Stonebraker, 1976, 1980 ).

 

Teknologi Ingres menyebar ke sektor komersial melalui 3 saluran utama yaitu kode, individu, dan pulikasi. Berbeda dengan projek IBM, Ingres source code tersedia di masyarakat umum, kurang lebih 1000 salinan telah didistribusikan ke seluruh dunia jadi ilmuwan komputer dan programmer dapat mempunyai pengalaman dengan system dan dapat dimodifikasi seusai dengan kebutuhan. Michael Stonebraker mendirikan Ingres Corporation ( dibeli oleh Computer Associates pada tahun 1994 ) untuk memperdagangkan kode Berkeley secara langsung. Robert Epstein, kepala programer dari Ingres pada tahun 1970, pindah ke Britton- Lee Incorporated dan akhirnya Sybase. Baik Britton-Lee atau Sybase menggunakan ide dan pengalaman dari pemikiran orisinil Ingres, dan beberapa agen pemerintah merupakan pelanggan dari kedua perusahaan tersebut. Computer Associates mengeluarkan versi produk Ingres pada tahun 1980.

 

Mengikuti pergerakan ilmuwan Ingress melalui komunitas database yang menyebarkan teknologi lebih jauh. Jerry Held dan Carol Youseffi pindah dari UC-Berkeley ke Tandem Computer Incorporated, di mana mereka membuat system relational, yang merupakan awal dari NonStop SQL. Sampai bergabungnya Kleiner, Perkins, Caufield & Byers pada tahun 1988. Held adalah senior vice president teknikal di Oracle, di mana dia memimpin perjuangan perusahaan database tersebut. Paula Hawthorn pindah dari Ingres ke Britton Lee ( sama seperti Michael Ubell ) dan akhirnya menjadi pendiri dari Illustra Information Technology Incorporated, sekarang merupakan bagian dari Informix. Stonebraker sendiri bekerja untuk Ingres Corporation, Illustra dan Informix. Alumni Ingres yang lain pindah ke  AT&T, Hewlett-Packard Company ( HP ), IBM dan Oracle, membawa semua pelajaran dari Ingres.

 

Kesuksesan dari SQL selalu menimbulkan kecemburuan di tubuh IBM, yang dapat mengambil teknologi bahasa SQL pada tahun berikutnya dan ini terjadi. Oracle yang didirikan oleh Larry Ellison (1977) membuat dan mula menjual produk SQL yang kompatibel sebelum IBM menjual produk SQL ke pasar. Ellison belajar dari penjualan SQL melalui publikasi yang dilakukan projek team System R. IBM memaksakan untuk membuat system SQL / DS di bawah ancaman produk kompetitif dari perusahaan database yang ada, seperti Software AG, perusahaan Jerman.  Dan perusahan yang belum berpengalaman seperti Informix dan Ingres, yang juga memperkenalkan system relational.

 

Teknologi System R dan Ingres bukan satu satunya usaha relational database dari buah hasil kerja Cood.  Penelitian lain di Universitas Toronto, IBM di Inggriss, Universitas Utah dan Universitas Wiconsin mempunyai kontribusi juga. Menjadi sebuah kenyataan bahwa model relational mempunyai limitasi, terutama pada data yang kompleks. Pada tahun 1982, projek Ingres berakhir dan pada tahun 1985 dirubah menjadi Postgress di Universita California – Berkeley, yang merupakan perpanjangan dari penambahan objek relation model. Perubahan ini bertepatan dengan DARPA yang merekrut program manager untuk database pertama kali, yang membiayai Postgres. Projek ini menjadi bagian dari usaha untuk perpustakaan digital dan penelitian database.

 

Tahun yang menonjol untuk model relational ada tahun 1980, ketika produk SQL/DS dari IBM memukul pasar untuk mainframe, pemasok kecil mulai menjual generasi kedua system relational dengan pemasaran yang sukses, dan Codd mendapat penghargaan dari Assocation for Computing Machinery’s ( ACM ) . Sistem Relational memasuki jamannya.

 

II.3.  KESIMPULAN

 

Pemerintah Amerikas Serikat mempunyai peranan yang penting dalam perkembangan relational database.  Pada awalnya pemerintah mempunyai misi untuk membuat pasar baru untuk teknologi dengan memberikan insentif pada inovasi produk.  Kebutuhan Departemen Sensus Penduduk pada proses pengumpulan informasi akhirnya menghasilkan otomisasi dari sebuah komputer. Keterlibatan dunia academic juga mempunyai peranan yang besar dalam menyumbangkan  atau memperbaharui kemajuan dari teknologi database.Pada akhirnya perkembangan database juga tidak luput dari perusahaan database yang bersaing satu dengan yang lain untuk mendapatkan pangsa pasarnya.  Oracle database, sampai saat ini tetap memimpin teknologi database.

 

III.    SEJARAH  SINGKAT PERUSAHAAN ORACLE

 

Tahun Keterangan
1964 Charles Bachman dari General Electric mengajukan model jaringan dengan record data dihubungkan secara bersama – sama,
1965 North American Aviation’s Space Division dan IBM membuat pendekatan kedua berdasarkan model hirarki. Dalam hal ini, data ditampilkan dalam bentuk tree ( pohon ),
1969 Produk IBM berdasarkan model hirarki dipasarkan dengan nama Information Managemetn System ( IMS )
1970 Untuk pertama kali konsep relational database dijabarkan oleh Dr. Edgar F. Codd melalui artikel penelitian IBM publikasi yang berjudul “System R4 Relational.”
1979 Relational Software, Incorporated ( RSI ) didirikan dan me-release Oracle V.2 sebagai relasional database pertama.
1985 Oracle menyatakan 1000 relasional database di pakai pelanggannya.
1983 Relational Software Incorporated dirubah namanya menjadi Oracle Corporation.
1985 Oracle mengumumkan bahwa databasenya dapat berjalan lebih dari 30 platform.
1986 Oracle support model Client / Sever
1988 Oracle memasuki pasa ERP  ( Enterprise Resources Planning ) – Oracle Financial
1989 Oracle database versi 6 diluncurkan. Untuk pertama kalinya PL / SQL diperkenalkan.
1993 Oracle database versi 7.0.
1997 Oracle pertama kali mendukung object pada database yang dikenal dengan nama Object Relational Database Management System ) – Oracle 8
1999 Oralce memasuki model internet. Salah satu kemampuan yang besar adalah mendukung java pada oracle database.
2000 Perusahaan Oracle tidak mendukung database management system saja tetapi pembangunan semua lini aplikasi. Application Server dapat dijalankan di arsitektur 3 tier client / server
2001 Oracle 9iDB Direlease.
2003 Oracle Grid diperkenalkan.

 

 

 

 

 

 

IV.    PENGENALAN DATABASE

 

Istilah database mungkin telah umum di dengar kalangan akademik maupun masyarakat teknologi informasi.  Database pada awalnya timbul karena adanya kebutuhan seperti pencatatan data dalam jumlah besar ( Lihat Sejarah Database ).  Jikalau hal itu dilakukan oleh seorang manusia tentu memakan waktu yang lebih lama daripada kalau kita menggunakan teknologi komputer. Database dapat diibaratkan sebuah lemari besar di mana di dalamnya terdapat banyak rak – rak yang berisikan dokumen – dokumen.  Sebagai Ilustrasi adalah jikalau kita pergi ke perpustakaan maka pertama kali yang kita lakukan adalah melihat daftar buku yang hendak kita cari, kemudian di dalam daftar buku tersebut terdapat nomor yang mengidentifikasikan letak buku tersebut. Berdasarkan no. buku tersebut kita menuju lemari dan rak yang berisikan buku yang kita inginkan.  Ilustrasi yang lain adalah ketika kita hendak mencari nama pelanggan pada buku catatan pelanggan. Biasanya catatan tersebut terdiri dari no. pelanggan, nama, no. telpon dsb. Berdasarkan catatan tersebut dapatlah kita mencari pelanggan yang kita inginkan. Sebenarnya jika kita teliti lebih dalam, biasanya pencatatan itu hanya berupa 2 dimensi yaitu baris dan kolom kemudian yang kita kenal dengan nama tabel.

 

Berawal dari konsep yang di atas, timbul pemikiran bagaimana jikalau di digitalisasi yaitu meminta bantuan mesin untuk membantu manusia melakukan pencatatan.  Berawal dari hal yang sederhana akhirnya terciptalah mesin komputer pada tahun 1890 yang melakukan pencatatan dengan menggunakan teknologi komputer ( punch card ).

 

Jadi secara harafiah arti dari database adalah sistem  penyimpanan data secara elektronik. Di sini terlihat dari proses manual ke otomatisasi. Sedangkan sistem di sini menunjukkan sesuatu yang diolah secara teratur sehingga memudahkan seseorang / pengguna untuk mencari data yang diinginkannya. Jadi kesimpulannya dari penggunaan database adalah memudahkan manusia untuk melakukan proses pengolahan data.

 

Dalam proses selanjutnya pengguna dapat membuat tabel baru, mengisi data baru ke dalam tabel, mengedit data, menghapus data bahkan menghapus tabel tersebut. Intinya adalah tergantung dari kebutuhan pengguna.

 

Pada awal perkembangan database,data yang disimpan ke dalam database dalam bentuk tabel namun data tersebut berdiri sendiri – sendiri seperti tabel karyawan, tabel pelanggan, dll. Pencarian data dalam tabel dilakukan dengan membaca secara berurutan. Jikalau data banyak maka proses pencarian akan sangat lama. Oleh karena itu tabel yang berdiri sendiri – sendiri tersebut kita sebut dengan istilah flat – file.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

IV.1.  DATA, DATABASE, DATABASE MANAGEMENT SYSTEM

 

IV.1.1.DATA

 

Data adalah mewakili kenyataan pada suatu enitity ( obyek ).

Entities adalah sangat umum, mewakili sebuah obyek atau barang yang sudah diidentifikasikan sebelumnya. Sebagai contoh sebuah buku terdiri penulis, no. penerbit, tgl. penerbitan, halaman. Kesemuanya itu mewakili entity yang bernama buku. Sedangkan penerbit, no. buku, diterbitkan oleh, halaman adalah data yang mewakili kenyataan sebuah buku. Data – data tersebut  di sebut attribute dalam sebuah entity.

Sebuah entity dapat dihubungkan dengan entity lain yang disebut dengan nama  relationship. Sebagai contoh  entity book mungkin terhubung dengan entity toko melalui hubungan “no.buku”. Dalam hal ini hanya ada 2 entity yang terhubung yang disebut dengan binary relationship. Klasifikasi dari entity, attribute, relationship bersifat subyektif artinya ketentuan berdasarkan kebutuhan. Sebagai contoh entity buku mempunyai attribute penulis. Namun kita bisa mempertimbangkan penulis sebagai sebuah entity di mana data ( attribute ) dapat berupa no. induk penulis, nama penulis, alamat penulis. Hubungan antara entity dapat didefinisikan dalam berbagai jalan. Sebagai contoh sebuah buku mungkin hanya mempunya satu penerbit namun penerbit bisa mempunyai banyak buku yang dipublikasikan.  Hal ini disebut dengan istilah cardinality dari hubungan penerbit.

 

Ada beberapa hubungan yang dapat dijelaskan

 

  1. One to One : 1 entity mempunyai hubungan hanya dengan 1 entity
  2. One to Many : 1 entity mempunyai hubungan dengan banyak entity. Sebagai contoh Setiap penerbit mempunyai banyak buku yang diterbitkan. Namun setiap buku hanya diterbitkan oleh 1 penerbit. Hubungan antara buku dan penerbit di sebut one to many.
  3. Many to Many :  Seorang penulis mungkin mempunyai banyak buku yang ditulisnya, dan sebuah buku mungkin ditulis oleh beberapa penulis. Hubungan antara  penulis dan buku disebut many to many.

 

Sebuah entity mungkin mempunyai 1 attribute yang unik dari entity yang lainnya.  Sebagai contoh no.penerbit untuk menunjukkan sebuah buku. No. Penerbit disebut dengan key attributes.

 

IV.1.2.DATABASES

 

Database mempunyai 2 tujuan utama yaitu

 

  • Untuk mendapatkan data tentang entity dan hubungannya.
  • Untuk memberikan informasi kepada pengguna dari database.

 

Secara umum definisi dari database adalah berbagi ( shared ), penyimpanan yang saling terhubung ( integration collection ) , kumpulan ( repository ) yang terintegrasi dari data. 2 kata yang menitik – beratkan pada pendefinisian dari database adalah berbagi ( shared ) dan yang saling terhubung ( integrated ). Berbagi ( shared ) berarti beberapa pengguna dapat meng-akses data di dalam database secara bersama – sama. Yang terhubung ( integrated ) berarti menghilangkan data yang terduplikasi (  informasi yang ditulis lebih dari 1 kali ). Sebagai contoh informasi tentang data mahasiswa mungkin saja tersebar di berbagai komputer namun jikalau diletakkan dalam 1 server data mahasiswa itu di akses secara bersama – sama oleh pengguna maka dapat dikatakan database.

 

IV.1.3.DATABASE MANAGEMENT SYSTEM ( DBMS )

 

DBMS adalah sebuah piranti lunak yang mengatur penyimpanan dan akses data di dalam database. Tentunya hal ini di atur secara otomotis – berdasarkan sistem informasi management. Kata management meliputi beberapa fungsi yang meliputi keamanan, akses secara bersama – sama, dan perbaikan. Pengguna dan program meng-akses dan menyimpan data dengan berinteraksi melalui DBMS.

 

Kebanyakan dari DBMS mempunyai beberapa cara untuk menyimpan data pada alat penyimpanannya, seperti bagaimana data di atur dalam disk, bagaimana cara meng-aksesnya, dan seterusnya dan semuanya berinteraksi dengan level internal dari database.

DBMS bertanggungjawab dalam membagi aplikasi atau pengguna ( sesuai dengan hak akses ) dari keruwetan level internal dan menampilkan secara mudah, dalam tampilan logika dari sebuah data. Tujuan dari semua database adalah memberikan dukungan data fisik yang berdiri sendiri ( physical data independent ). Istilah lain adalah penampilan luar ( eksternal ) yaitu bagaimana menampilkan data kepada masing – masing pengguna.

 

Database juga mempunyai sebuah metadata ( data dictionary ) yang berfungsi untuk menyimpan informasi tentang database dan objek – objek yang ada di database.

 

IV.2.  DATABASE MODEL

 

Penampilan konsepsual data di mana pengguna melihat adalah berdasarkan model yang disebut dengan database model. Database model mendefinisikan cara menampilkan entity, attribute dan relationship ( hubungan ) secara terstruktur. Menghubungkan antara konsepsual data dengan data fisik ada tanggungjawab dari DBMS.

 

Ada 3 data model database yang sampai saat ini digunakan yaitu

 

  1. Hirarki Model ( Hierarcy Model ) : menampilkan data secara hirarki. Sebagai contoh yang mudah adalah ketika melihat struktur organisasi ataupun jikalau kita membuka window eksplorer.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Ada beberapa keterbatasan dari model hirarki, yaitu :

 

  • Karena berstruktur hirarki maka jikalau kita hendak melihat data penulis maka terlebih dahulu kita harus membuka data penerbit,
  • Entity anak hanya bisa mempunyai 1 induk entity
  • Sebuah entity tidak bisa dihubungkan lebih dari 1 entity

 

Jadi secara natural hubungan hirarki adalah berdasarkan one to one dan one to many

 

  1. Model Jaringan ( network model ) mempunyai sedikit kelebihan dari model hirarki.

Pada model jaringan, sebuah entity dapat mempunyai lebih dari 1 entity induk, dan beberapa buah entity anak dapat mempunyai beberapa buah entity induk. Namun demikian model jaringan masih mempunyai masalah hubungan many to many secara langsung.  Sebagai contoh : jikalau kita hendak mencari semua buku yang diterbitkan oleh Bill Gates, lalu dengan menggunakan pointer yang mewakili hubungan penerbit untuk mencari buku yang diterbitkan oleh penerbit. Hal ini memberikan limitasi pada data fisik secara independen. Ketika hubungan berubah, aplikasi program jika ikut berubah.

 

  1. Model Hubungan ( Relational Model ) diusulkan oleh E.F Codd dalam jurnal ilmiahnya “A Relational model of data for large shared data banks” pada tahun 1970. Codd menjelaskan penampilan data dipaksakan dalam bentuk konsep hubungan matemateka ( berdasarkan group ). Pada model Codd, data ditampilkan dalam bentuk tabel, dimana setiap tabel mempunyai kolom dan baris. Hubungan yang lain adalah berdasarkan kolom unik ( primary key ) dan kolom bukan unik ( foreign key ). Setiap table harus mempunyai 1 kolom unik ( primary key ) untuk membedakan 1 entity dengan entity lainnya ( entity integrity ). Kolom bukan unik ( foreign key ) tidak boleh kosong ( null ) – Referential Integrity.

 

IV.3.  BAHASA DATABASE

 

Digunakan untuk membuat dan memanipulasi objek – objek dan data di dalam database.   Interaksi bahasa langsung dengan database disebut query language. Sedangkan bahasa yang digunakan di dalam program di sebut dengan sublanguage. Ada beberapa komponen bahasa database yaitu

 

  1. Data Definition Language ( DDL ) seperti CREATE, ALTER, DROP, RENAME, TRUNCATE, ANALZE, GRANT, REVOKE.
  2. Data Manipulation Language ( DML ) seperti DELETE, INSERT, SELECT, UPDATE.
  3. Transaction Control Statements seperti COMMIT, ROLLBACK, SAVEPOINT, SET TRANSACTION
  4. Session Control Statements seperti ALTER SESSION, SET ROLE
  5. System Control Statements seperti ALTER SYSTEM
  6. Embedded SQL Statements merupakan kombinasi dari DDL, DML, Transacation Control Statements dalam sebuah bahasa data sub langauge seperti DECLARE, CURSOR, OPEN, CLOSE, DECLARE DATABASE, CONNECT, DECLARE STATEMENT, DESCRIBE, WHENEVER,FETCH, PREPARE,EXECUTE, EXECUTE IMMEDIATE.

IV.4.BAHASA RELASIONAL DATABASE ( RELATIONAL DATABASE LANGUAGES )

 

Ada beberapa bahasa relational database yang dapat didefinisikan

 

  1. Relational Algebra yaitu bahasa yang berdasarkan kumpulan operator yang meliputi tradisional operator ( UNION, INTERSECTION, DIFFERENCE ) dan operator khusus sepert ( PROJECTION,RESTRICTION, JOIN, PRODUCT, DIVISION ).
  2. Relation Calculus berdasarkan predikat kalkulus yang digunakan untuk hubungan data . Gagasan dasar dari relational calculus adalah query variable yaitu variabel yang menghubungkan beberapa baris dalam tabel. Query ini berdasarkan target yang mendefinisikan spesifik kolom sebagai hasil dan kualifikasi yaitu memilih baris dari target tabel berdasarkan ekspresi dari query variabel tersebut. Contoh dalam kalimat adalah carilah buku yang mempunyai halaman lebih dari 500.

Penulisan bahasa databasenya adalah sebagai berikut

 

RANGE OF B IS BOOKS.

RETRIEVE ( B.ISBN,B.TITLE ) WHERE  B.LENGTH  > 500

 

Bahasa database ini disebut QUEL yang diimplementasikan Ingres System. Produk IBM adalah QBE ( Query By Example ) dalam bahasa SQL.

 

  1. Mapping Oriented Languages.

 

Bahasa ketiga diusulkan oleh Boyce pada tahun 1974. Digunakan untuk pengguna yang tidak mengerti tentang query variabel. Contoh penulisan dalam bahasa databasenya adalah

 

SELECT ISBN, TITLE FROM BOOKS WHERE LENGTH > 500

 

  1. Relational Completeness

 

Ketika pertama kali Codd mengusulkan relational kalkulus. Beliau mendefinisikan bahasa relational databasenya menjadi relationally complete. Relational Complete mempunyai kelebihan untuk mengekspresikan relational kalkulus. Kerapkali, definisi ini merupakan perpanjangan  yang meliputi pengambilan informasi dari database dengan 1 kalimat. Dengan kata lain, jika informasi dapat di ambil dari  tabel database, query yang digunakan untuk mengambil informasi dapat diformulasikan dengan menggunakan bahasa yang bebas. Codd, juga memperlihatkan bahwa relational algebra merupakan relationally complete. Kebanyakan dari bahasa yang dituju baik itu SQL dan QUEL adalah relationally complete.

 

 

 

 

 

 

 

 

Ada 12 aturan yang diajukan oleh Codd, yaitu :

 

Aturan

Keterangan
0 Relational DBMS harus dapat mengatur database secara keseluruhan dengan menggunakan kapasitas relational.
1  The Information Rule Semua informasi yang ada di relational database ( meliputi tabel dan    kolom ) harus mewakili nilai dalam tabel.

 

2 Guarantedd Access Setiap nilai di dalam relational database harus dapat di akses dengan menggunakan kombinasi dari nama tabel, nilai dari kolom unik ( primary   key ), dan kolom yang lain

 

3 Systematic Null Value SupportDBMS harus mendukung secara sistematis untuk nilai kosong ( null ), nilai default, dan berdiri sendiri.

 

4 Active, On Line Relational CatalogKeterangan dari database dan semua isinya harus mewakili level logika sebagai tabel, dan dapat dilihat dengan menggunakan bahasa database.

 

5

Comprehensive Data Sublanguage

Harus sekurangnya 1 bahasa yang mendukung definisi data, manipulasi, aturan integritas, hak akses dan transaksi.

 

6

View Updating Rule

Semua penampilan data dapat di edit melalui sistem.

 

7

Set – Level Insertion, Update dan Deletion

DBMS tidak hanya mendukung level penampilan informasi, tetapi juga mendukung penambahan, peng-editan dan penghapusan informasi.

 

8

Physical Data Independence

Aplikasi program dan program ad – hoc secara logika tidak dipengaruhi metode akses fisik atau struktur penyimpanan dirubah.

 

9

Logical Data Independence

Aplikasi program dan program ad –hoc secara logika tidak dipengaruhi jika terjadi penambahan struktur tabel.

 

10.

Integrity Independence

Bahasa database harus bisa mendefinisikan aturan integritas informasi, harus di simpan pada metadata secara on line, dan tidak bisa dilewatkan.

 

11.

Distibution Independence

Permintaan program aplikasi dan ad –hoc secara logika tidak dipengaruhi ketika data pertama kali didistribusikan, atau ketika tidak didistribusikan.

 

12.

Non – Subversion

Harus tidak bisa dilewatkan aturan integritas yang didefinisikan melalui bahasa database dengan menggunakan level bahasa terendah.

 

 

IV.5.  STRUCTURED QUERY LANGUAGE ( SQL )

 

Bahasa SQL adalah sebuah bahasa tingkat tinggi, beriorientasi pada group data, non prosedur untuk relational database. Disebut bahasa tingkat tinggi karena memakai bahasa Inggris. Disebut orientasi pada group data ( tabel ) karena berbeda dengan bahasa lain yang hanya mempunyai kapabilitas record. Bersifat non prosedur karena memberikan apa yang hendak kita inginkan dari informasi, bukan berdasarkan dengan cara apa kita harus mengambil informasi.

 

SQL dibuat pada tahun 1970 – an di IBM San Jose Research Laboratories yang merupakan bagian dari projek System R. Bahasa SQL menjadi sangat penting dalam penggunaannya karena ada 2 alasan

 

  1. Bersifat portabel karena aplikasi SQL yang dibuat di minikomputer bisa langsung digunakan di PC,
  2. Prosedur bahasa database yang dibuat dibuat di PC, bisa dipakai untuk mengambil data di minikomputer karena adanya persamaan bahasa.

 

Standarisasi dari bahasa SQL dimulai dari tahun 1986 dari  American National Standards Institute ( ANSI ) – X3.135-86 dan pada tahun 1987 oleh International Standard Organization ( ISO ). Tahun 1989 , ISO dan ANSI mempublikasikan SQL Standard yaitu SQL-89 ( SQL 1 ) diteruskan SQL-92 dan SQL-99.

 

Bahasa SQL didasarkan pada penggunaan untuk mendefinisikan dan memanipulasi objek – objek pada database namun supaya dapat dimanfaatkan pada aplikasi dibuat  pendekatan yang kita kenal dengan nama Host Language Interface yang digunakan untuk bahasa mesin mainframe seperti COBOL, C, PL/1 sedangkan dalam minikomputer kita kenal dengan nama Applications Programming Interface ( API ). Ada beberapa pendekatan untuk interface ( layer ), yaitu

 

  • Embedded Approach. Setiap perintah dalam program untuk mengakses database di tulis dalam satu kesatuan dengan program. Biasanya dengan menggunakan karakter khusus seperti $.Kemudian program tersebut di compile.
  • Library Approach. Dalam hal ini database telah menyediakan fungsi – fungsi khusus untuk memanggil perintah – perintah SQL yang diinginkan programmer.
  • Approaches Compared. Menggunakan kelebihan – kelebihan dari Embedded dan Library Approach.

Kelebihan dari  pendekatan Embedded adalah

  • Spesifikasi SQL yang dibuat oleh programer dalam source code adalah sama dengan SQL yang digunakan pada level interface ad – hoc. Ini berarti query yang digunakan akan berjalan dengan baik karena sama.
  • Kemampuan untuk dipakai dalam beberapa platform sejauh alat compile yang dipakai sama.

Kekurangan dari pendekatan Embedded adalah

  • Proses compile dan precompile yang dibutuhkan prosedur pada aplikasi. Hal ini tentunya tidak praktis bagi programer dan programer diharuskan untuk terbiasa dengan source code ( precompiler ). Karena original source code sering dirubah maka berbeda jauh dengan original source code.
  • Dibutuhkan tambahan gagasan ( SQL dan bahasa programming ) untuk mendukung akses database. Karena SQL adalah berdasarkan group data dan kebanyakan aplikasi memerlukan akses baris maka harus menggunakan cursors pada Embedded SQL.

 

Sedangkan kelebihan dan kekurangan dari pendekatan Library adalah

 

  • Tidak portabel, sehingga tidak multi platform. Namun jikalau aplikasi menggunakan DBMS dengan O/S dan platform yang sama maka dengan mudah dipindahkan
  • Tidak perlu dicompile ulang seperti yang digunakan pendekatan Embedded.
  • Penggunaan call function memudahkan dalam penulisan aplikasi.

 

  1. OLTP ( Online Transaction Processing ) dan OLAP ( Online Analytical Processing )

 

Di dalam database di kenal 2 konsep database yaitu

 

OLTP ( Online Transaction Processing ) adalah proses data yang digunakan untuk transaksi sehari – hari. Ciri – Ciri dari database OLTP adalah

 

  • Akses data bersifat read-write, seperti insert,update dan delete,
  • Orientasi data pada aplikasi, yaitu data yang diambil dari aktivitas bisnis.
  • Karakter data tidak dipentingkan. Di pakai oleh keseluruhan sistem ( Tidak terintegrasi )
  • Aktivitas data konsisten.

 

OLAP ( Online Analtycal Processing ) adalah proses data yang digunakan  analisa data seperti trend penjualan, umur, dll. Ciri – Ciri dari database OLAP adalah

 

  • Akses data bersifat read-only,
  • Orientasi data pada subjek bisnis,
  • Data terintegrasi,
  • Data bersifat History ( 2 – 5 tahun ).
  • Aktivitas data kadang – kadang tinggi ( tidak rata ).

 

VI.    ORIENTASI OBJEK ( OBJECT ORIENTED )

 

Sebuah objek kerapkali dipertimbangkan sebagai presentasi dari benda – benda nyata di dunia. Objek – Objek mengetahui apa yang harus dikerjakan, seperti objek karyawan dapat berbicara untuk menghitung potongan gaji. Objek Grafikal dapat berbicara untuk mengetahui bagaimana menggambar, dll. Contoh objek – objek yang lain dalam dunia nyata seperti pelanggan,perusahaan, sekolah, dll.

 

 

 

Beberapa definisi dari objek adalah

 

“ Sebuah Objek adalah sebuah paket piranti lunak yang mengandung sekumpulan prosedur – prosedur ( metodologi ) yang saling berhubungan dan data ( variables ). “.  — David Taylor’s Object Oriented Technology: A Manager’s Guide [ Massachusetss: Addison-Wesley Publishing Company, 1981 ].

 

“Sebuah Objek mempunyai bagian, karakter, dan identitas; Struktur dan karakter dari objek yang mirip didefinisikan pada objek umum kelas; dan dapat dipertukarkan.” Grady Booch’s Object Oriented Analysis and Design with Applications.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Ciri – Ciri sebuah Objek

 

  • Mempunyai kemampuan untuk memberikan informasi tentang dirinya sendiri ( instantion ),
  • Mempunyai metadata yang dapat digunakan aplikasi untuk berhubungan dengan objek tersebut.
  • Mempunyai kemampuan untuk mewarisi kemampuan – kemampuan dari tipe objek         ( inheritance ).
  • Mempunyai kemampuan untuk menyembunyikan data dan proses yang berada di dalam objek tersebut ( encapsulation ),
  • Mempunyai kemampuan untuk berinteraksi dengan objek yang lain ( messages, interfaces ).
  • Mampu mengetahui perbedaan dengan objek yang lain tanpa analysis,
  • Mampu memterjemahkan perintah yang sama dengan cara yang berbeda ( messages, method overloading ) – polymorphism.

 

Beberapa keuntungan dari teknologi Objek

 

  • Mudah dalam pemeliharaan aplikasi,
  • Cepat dalam membangun sebuah produk,
  • Kualitas bagus biaya murah,
  • Kode program dapat digunakan lagi.

 

Karakter dari Objek Relational Databases

 

  • Dapat membuat user-defined datatypes,
  • Mendukung multimedia dan data objek yang besar,
  • Sesuai dengan standar objek SQL,
  • Mempunyai kemampuan database server dengan kualitas yang tinggi.

 

VII.   JARINGAN

 

Salah satu komponen penting di dalam teknologi database adalah jaringan. Tanpa jaringan maka data antara 1 komputer dengan komputer yang lain tidak dapat dihubungkan. Di dalam teknologi jaringan secara umum kita kenal dengan 2 istilah

 

·         LAN ( Local Area Network ), yaitu komunkasi jaringan yang memungkinkan komunikasi data antara peralatan elektronik di dalam suatu area geografi yang kecil. Peralatan elektronik di sini dapat berbentuk komputer, telepon,dll. Tipikal penggunaan biasanya antara gedung.

  • WAN ( Wide Area Network ), yaitu komunikasi jaringan yang memungkinkan komunikasi data antara peralatan elektronik di dalam area geografi yang luas, seperti antara daerah atau antar negera.

 

Kerangkan umum yang biasa digunakan dalam jaringan adalah menggunakan model 7 layers –  OSI ( Open Standard International ) yang dibuat oleh International Standards Organization ( ISO ) yang bermarkas di Paris. Tujuan dari OSI adalah untuk mendefinisikan berbagai fungsi dalam berbagai layer yang menjembati fasilitas komunikasi dari berbagai peralatan elektronik dari berbagai pemasok. Tujuan dari layer adalah untuk melindungi layer yang lebih tinggi dari layer yang lebih rendah. Sebagai contoh  kabel optik yang bermain pada layer fisik. Secara teori tidak akan mempengaruhi layer yang di atasnya. Ke 7 layer tersebut adalah

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Physical Network Medium

 

Keterangan

 

  • Physical Layer adalah layer yang paling rendah yang berhubungan dengan hubungan elektris,signal yang memungkinkan komunikasi data terjadi. Layer yang biasa digunakan adalah RS-232C, yang mendefinisikan berbagai macam pin dan signal dari fisik konektor. Standar yang lain adalah RS-449 dan X.21 ( Eropa ).
  • Data Link Layer adalah layer yang berkonsentrasi pada format pesan data, mengatur arus data dari dalam dan keluar node, dan menambahkan alamat yang benar dari sumber dan node yang menjadi tujuan. Protokol yang biasa digunakan meliputi High – Level Data Link Control ( HDLC ) dan Bisynchronous. Pada mesin mikrokomputer kita kenal dengan istilah Token Ring, Ethernet dan Arcnet. Biasanya di install pada Client ( workstation ).
  • Network Layer digunakan untuk memberi solusi pada konflik alamat dan memutuskan bagaimana data paket dikirim melalui jaringan berdasarkan kondisi dari berbagai macam jaringan yang ada.
  • Transport Layer bertanggungjawab untuk memastikan bahwa pesan alamat dimasukkan atau dibuka ke dalam atau keluar dari paket sebelum diteruskan ke layer yang lebih tinggi. Jikalau terjadi erro maka Transport Layer akan mencari jalur alternatif. Protokol yang kita kenal di sini adalah TCP / IP ( Transmission Control Program / Internet Protocol ) dan ISO Transport Class 4 ( TP 4 ).
  • Session Layer bertanggung jawab untuk membangun hubungan antara komputer dalam sebuah jaringan yang memungkinkan aplikasi berkomunikasi.Fungsi yang di handle dalam layer ini dalah pengenalan nama, logging, keamanan , administrasi , dll.
  • Presentation Layer berkonsentarsi pada presentasi data seperti printer dan pada komputer.Fungsi yang terkait pada layer ini seperti format file, mail, management database, dll.

VIII.  TOPOLOGI JARINGAN

 

Tujuan mempelajari topologi jaringan adalah untuk mengetahui bagaimana sebuah ditransmisikan baik itu dari server ataupun ke client. Beberapa tipikal topologi jaringan adalah sebagai berikut :

 

Star Networks

 

Star Networks  adalah jaringan yang paling tua dan umum dipakai. Sebagai contoh penggunaan Star Networks adalah pada penggunaan telpon. Pada saat kita telpon dari / ke telpon yang lain. Maka nada akan dikirimkan ke pusat lalu baru dikirim ke telpon yang lain. Kekurangan dari jaringan ini adalah jika pusat rusak maka sistem tidak bisa berjalan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Bus Networks

 

Bus Networks adalah berbagi medium untuk semua client. Setiap client akan memeriksa apakah medium dipakai oleh client yang lain, jika tidak maka medium akan di pakai oleh client tersebut.  Keunggulan dari topologi star networks adalah jika terjadi kerusakan pada salah satu client, tidak akan merusak sistem.

 

 

Client
Client
Server

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Ring Networks

 

Ring Network menggunakan sistem star maupun bus.  Sebagai ilustrasi, jika sebuah client mengirim data maka data tersebut akan dikirim ke jaringan  ring. Selanjutnya dikirim ke client yang dituju dengan cara membuat dupikasi data. Jika data telah selesai dikirim maka data akan kembali ke client yang mengirim.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

IX.    EVOLUSI CLIENT / SERVER

 

Menurut Business Research Group ada 3 fase evolusi dari client/server

 

  1. Proto Client / Server, PC pengguna menjalankan aplikasi melalui terminal emulasi. Pengguna tidak mempunyai kuasa untuk merubah bentuk tampilan. Semua data di ambil dari mesin mainframe atau mini. PC pengguna tidak pandai.
  2. Generasi Client / Server pertama. Generasi yang pertama ini di rancang untuk mengijinkan pengguna dalam menjalankan dan memanipulasi data dari GUI pada PC. Kebanyakan aplikasi generasi pertama menempatkan prosedur logika pada client dan menggunakan server hanya sebagai tempat menyimpan data.
  3. Generasi Client / Server ketiga. Ciri – ciri dari generasi kedua ini adalah mempunyai pengguna yang banyak, proses aplikasinya terdistribusi, datanya terdistribusi dan mempunyai sifat multi-tier arsitektur dimana aplikasi bersifat modular dan fleksibel untuk dirubah.

 

X.      PENGGUNA DATABASE

 

Pengguna database  sangat bervariasi. Namun jika digolongkan dalam tipikal pengguna dapat didefinisikan sebagai berikut :

 

 

  1. Database Administrator

 

Tugas dari Administrator adalah

 

  • Installasi dan Upgrade Oracle Server .
  • Menyediakan sistem penyimpanan ( storage ) dan rencana ke depan untuk kebutuhan penyimpanan sistem database .
  • Membuat penyimpanan struktur database ( tablespaces ) yang utama setelah pembuat aplikasi selesai mendesian sebuah aplikasi.
  • Membuat objek utama ( tables, views, indexes ) setelah pembuat aplikasi selesai mendesain aplikasi.
  • Modifikasi struktur database, jikalau diperlukan, dari informasi yang diberikan oleh pembuat aplikasi.
  • Mendaftarkan pengguna dan memelihara sistem keamanan.
  • Memastikan pemenuhan perjanjian database License.
  • Kontrol dan monitor akses pengguna ke database.
  • Monitor dan memaksimalkan performance dari database.
  • Rencana Backup dan Recovery untuk informasi database.
  • Memelihara pemasukan data ke ke tape.
  • Backup dan Restore database.
  • Menghubungi Database Teknikal Support jikalau ada masalah.

 

 

  1. Security Officers

 

Dalam kasus tertentu, Petugas Keamanan Data bisa lebih dari satu. Tugas utama dari petugas keamanan data adalah mendaftarkan pengguna database, kontrol dan monitoring akses pengguna database, dan memelihara sistem keamanan data.

 

  1. Application Developers

 

Pembuat aplikasi mendesain dan mengimplementasikan aplikasi database. Ada tugas dari pembuat aplikasi adalah

 

  • Desain dan membuat aplikasi database.
  • Desain struktur database untuk aplikasi.
  • Estimasi kebutuhan penyimpanan data untuk aplikasi.
  • Spesifikasi modifikasi struktur database untuk aplikasi.
  • Menyampaikan informasi di atas kepada database administrator.
  • Memperbaiki aplikasi selama masa pengembangan.
  • Menyusun dan memastikan keamanan database untuk aplikasi selama masa pengembangan.

 

  1. Application Administrators

 

Tugas yang dilakukan adalah melakukan tugas administrasi pada aplikasi tertentu.

  1. Database Users

 

Pengguna database berinteraksi dengan database melalui aplikasi dan alat bantu yang lain ( utility ). Beberapa tipikal tugas yang dilakukan adalah

 

  • Menambah, Meng-Edit, dan Menghapus data, yang diizinkan.
  • Membuat Laporan

 

  1. Network Adminstrators

 

Untuk beberapa perusahaan mungkin mempunyai lebih dari 1 Network Administrator. Network Administrator bertugas untuk menghubungkan database dengan pengguna.

 

XI.    KEMAMPUAN ORACLE DATABASE

 

Ada beberapa keunggulan dari Oracle Database ini yaitu

 

  1. Scalability

kemampuan menangani banyak user yang melakukan akses secara simultan tanpa berkurangnya performance secara signifikan. Dalam dokumentasi Oracle disebutkan bahwa database Oracle sanggup melayani puluhan ribu pengguna secara simultan.

  1. Reliability

kemampuan untuk melindungi data dari kerusakan jika terjadi kegagalan fungsi pada sistem seperti disk failure.

  1. Servicebility

kemampuan untuk mendeteksi masalah, kecepatan dalam mengoreksi kesalahan, dan kemampuan melakukan konfigurasi ulang struktur data.

  1. Stability

Kemampuan untuk tidak crash karena beban kerja yang tinggi. Hal ini berkaitan dengan scability.

  1. Availibility

Kemampuan dalam penanganan crash atau failure agar service dapat tetap berjalan. Misalnya saja dengan tersedianya fasilitas pendistribusian database pada beberapa data server dan juga pemulihan database ( recovery ).

  1. Multiplatform

Dapat digunakan pada banyak sistem operasi seperti Windows, Unix, Linux dan Solaris

  1. Mendukung data yang sangat besar. Menurut dokumentasi Oracle, dapat menampung sampai 512 petabytes ( 1 petabytes = 1.000.000 gigabytes ).
  2. Sistem keamanan data yang cukup handal
  3. Mendukung database beriorientasi objek.
  4. Dapat menampung hampir semua tipe data seperti teks, image, sound, video dan time series.

 

 

 

 

  • PENGENALAN ALAT BANTU UNTUK MENJALANKAN PERINTAH – PERINTAH SQL ( Structured Query Language ).

 

Ada berbagai cara untuk menjalankan perintah – perintah SQL pada produk Oracle database, yaitu :

 

  1. SQL Plus ( Windows ).

 

SQL Plus adalah alat bantu di dalam database Oracle yang digunakan untuk menjalankan perintah – perintah SQL. Produk ini merupakan bagian dari produk database ataupun produk development seperti Developer / 2000, Designer / 2000. SQL Plus hanya dapat dijalankan pada sistem operasi Microsoft Window XP/98/2000. Cara Menjalankan SQPLus adalah Start -> Program -> Oracle For Windows NT -> SQL Plus 8.0

 

 

  1. SQLPLUS ( WINDOWS – DOS )

 

SQLPlus juga dapat dijalankan melalui DOS dengan cara :

 

  • Start -> Run. Kemudian ketik cmd.
  • Ketik sqlplus kemudian tekan enter.
  • Masukkan User ID dan Password
  • Setelah itu maka akan tampak SQL prompt.

 

 

 

  1. SVRMGRL ( WINDOWS – DOS ).

 

Penggunaan SVRMGRL biasanya digunakan untuk mengatur atau mengolah system database. Cara menggunakannya adalah sebagai berikut :

 

  • Start -> Run. Kemudian ketik cmd.
  • Ketik svrmgrl kemudian tekan enter.
  • Pada SVMGRL prompt, ketik connect internal kemudian isi password

 

 

 

  1. ODBC ( Open Database Connectivity )

 

Cara lain adalah dengan menggunakan ODBC ( Open Database Connectivity ). ODBC merupakan standarisasi dari berbagai database agar dapat dijalankan oleh aplikasi lainnya. Cara Menggunakannya

  • Start -> Settings -> Control Panel -> Administrative Tools -> Data Sources ( ODBC ).

 

 

  • Tekan tombol Add -> Pilih Driver Oracle ODBC Driver

 

 

  • Ada berbagai cara untuk mengakses ODBC. Tergantung dari penggunaan aplikasi. Pada Oracle Developer 6i dapat menggunakan Oracle ODBC Test. Adapun layar bentuk layar dari Oracle ODBC Test adalah sbb :

 

 

  1. Alat bantu yang lain.

 

Pada saat ini tersedia di pasar berbagai produk alat bantu yang dapat digunakan untuk mengakses oracle database seperti TOAD, Quest Software,dll.

 

– The End Of File –

 

Komentar Anda

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s